Dari DIKLAT Ke DIKLAT

Diklat pertama

Diklat angkatan pertama merupakan ‘pilot project’ dalam pembentukan karakter dan kemampuan mahasiswa dibidang SAR yang dirintis oleh beberapa perintis pendirian organisasi SAR unhas yang selanjutnya disebut SATGAS yang didukung oleh berbagai pihak.

Disebabkan minat mahasiswa Unhas yang sangat antusias dengan kegiatan ini maka satgas didalam rapat lanjutannya setelah meneruskannya di pihak Universitas. Dalam hal ini pembantu umum Rektor (PUREK) III UNHAS. Kemudian diambil kebijakan untuk membuka pendaftaran kepada peminat DIKLAT SAR ini dengan mengingat bahwa untuk angkatan pertama ini diperlukan hanya sekitar 60 orang. Dengan demikian, peserta yang diterima hanya berjumlah 40 0rang, ditambah dengan SATGAS yang berjumlah 21 orang.

Pendaftaran dibuka tanggal 30 juni 1986 dan ditutup tanggal 19 juli 1986 dengan pusat kegiatan pada sekretariat SATGAS SAR di jl. Lanto DG Pasewang No. 19 Ujung Pandang. Pendaftaran diadakan dengan memungut biaya sebesar Rp. 500,- (lima ratus rupiah) tiap formulir untuk biaya administrasi. Jumlah pendaftar sampai ditutupnya pendaftaran tanggal 19 juli tersebut berjumlah 137 (seratus tigah puluh tujuh) orang.

Mengingat peserta pendidikan, termasuk SATGAS yang secara langsung berhak ikut dalam DIKLAT, hanya untuk 60 orang, para pendaftar diseleksi. Proses penyeleksian diadakan di PKM Kampus Unhas Baraya, dengan materi seleksi :

  • Seleksi kesehatan oleh tim medis FK-Unhas
  • Seleksi fisik oleh tim instruktur Sat Brimob Polda Sulselra dibantu oleh Satgas. Dengan materi seleksi fisik lari, restok, scot-jump (lompat jongkok), push-up, sit-up.
  • Wawancara oleh Danki 5257 Brimob Sulselra dan Instruktur PMI Cab. Ujung Pandang.

Setelah seleksi tim selesai, tim instruktur Brimob mengambil alih hasil seleksi dengan mengadakan penentuan hasil sesuai dengan jatah yang diberikan oleh Satgas. Maka tersusunlah 40 (empat puluh) orang yang terdiri dari 25 (dua puluh lima) pria dan 15 (lima belas) wanita, ditambah dengan cadangan pria 8 (delapan) orang dan cadangan wanita 1 (satu) orang.

Diklat angkatan pertama ini dihadiri oleh Purek III UNHAS Drs. Muh. Nur Nasry Noor, Mph yang sekaligus membuka didampingi oleh tim-tim instruktur. Diklat dimulai dengan pemberian materi teori di kelas yang diadakan di Sanggar A Pangerang Pettarani Unhas Kampus Baraya.

Materi teori selama selama seminggu dengan disisipi materi lapangan (rappelling helikopter dan palang merah). Materi teori ini berlangsung selama lebih kurang 50 (lima puluh) jam. Tim instruktur yang mengawasi dan memberikan materi pada materi teori ialah tim instruktur Brimob Polda Sulselra, tim instruktur koopsau II/Lanud AU Hasanuddin/Kopaskhas, tim instruktur KKR III, tim instruktur Palang Merah Cab. Ujung Pandang.

Materi praktek lapangan terdiri dari materi latihan kering rappelling helicopter, materi mountaineering oleh Brimob dan rappelling helikopter oleh Paskhas-Koopsau II yang dilanjutkan dengan latihan kepalangmerahan yang berlangsung di Bili-bili, Kab. Gowa.

Latihan lapangan dilaksanakan di lebong dan Bili-bili Kab. Gowa. Tim instruktur dari Brimob membawakan materi-materi seperti mountaineering : rappelling tebing, hesti, merayap tambang, membaca peta kompas, survival 24 jam.

Latihan diakhiri dengan materi escape dari Bili-bili ke Ujung Pandang (Lapangan Catur Kamp. Unhas Barayya) dengan berjalan kaki sejauh 25-30 km. Setelah escape, latihan ditutup oleh Kapolda Sulselra Brigjen (pol) Drs. IG Putra Astaman yang dihadiri oleh seluruh jajaran ABRI dan kepolisian, Pimpinan Universitas Hasanuddin dan seluruh peserta dan mahasiswa UNHAS.

Menteri Perhubungan Azwar Anas didampingi Rektor Basri Hasanuddin bersalaman dengan Umar Arsal (Ketua SAR-UH Angkatan I) saat membuka pelaksanaan Diklat SAR Unhas

Laman: 1 2 3 4 5 6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *