Play
Play
Play
previous arrow
next arrow
Slider

Sejarah SAR Unhas

SEJARAH SAR UNHAS

SAR Unhas disepakati terbentuk tanggal 14 Juni 1986

April 1986, lima mahasiswa penggiat aktivitas alam terbuka bertemu di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Baraya, Ujungpandang, untuk bertemu dengan Pembantu Rektor III Unhas, Drs. Noor Nasry Noor, Mph, untuk mengemukakan gagasan mereka mendirikan organisasi SAR Unhas. Hal ini dikarenakan suasana saat itu sering terjadi kecelakaan di gunung, bahkan sampai menyebabkan beberapa orang meninggal dunia di gunung. Bisa dikatakan memang saat itu telah banyak pencinta alam dan orang awam yang suka mendaki gunung. Hal ini terjadi karena kurangnya perhatian terhadap korban kecelakaan di gunung dan hutan.

Langkah berikut yang dilakukan saat itu adalah merangkul mahasiswa-mahasiswa dari berbagai organisasi yang memiliki aspirasi terkait dengan bidang SAR seperti PMI, Korpala, Menwa, dan Pramuka. Tak luput juga para aktivis mahasiswa untuk mewujudkan rencana tersebut. Ternyata, rencana tersebut mendapat tanggapan yang positif dari sebagian besar mahasiswa yang terlibat pada saat itu, meski ada saja pihak-pihak yang malah tidak menginginkan organisasi ini terbentuk. Sesuai dengan hasil pertemuan antara beberapa unsur kemahasiswaan seperti; Senat Mahasiswa, Korps Pencinta Alam, Resimen Mahasiswa, Pramuka, dan Kelompok Studi Intra Universitas; yang mengirimkan wakil-wakilnya dan menggelar beberapa kali pertemuan, maka sesuai dengan hasil keputusan rapat terakhir tertanggal 25 Mei 1986 bertempat di Jalan Lantong Dg. Pasewang No. 19 (Sekretariat Pertama SAR Unhas, Rumah Sdr. Bambang Edi Nugroho) Ujungpandang, dikeluarkan surat kesepakatan untuk membentuk wadah Search and Rescue di dalam lingkungan Universitas Hasanuddin. Pelaksanaannya pun dimulai dengan pembentukan Satuan Tugas pelaksana latihan SAR Unhas Angkatan I. Hasil Diklat Sar Unhas Angkatan I inilah yang akan membentuk kepengurusan dalam organisasi SAR Unhas.